Download Dauroh Solo Fiqh Puasa - Ustadz Dzulqarnain

Ini adalah rekaman dauroh yang diadakan di Solo selama 4 hari (15 - 18 Agustus 2008)

Silahkan Di Download, total 19 file mp3:

Ustadz Jauhari:

Nama File: 01 Nasehat Syaikh Robi’.mp3
Ukuran: 12.5 Mb
Link: 01 Nasehat Syaikh Robi’.mp3

Ustadz Nashrullah: Lanjutkan membaca ‘Download Dauroh Solo Fiqh Puasa - Ustadz Dzulqarnain’

Daurah Ramadhan di Bandung 23 Agustus 2008 : BERILMU SEBELUM BERPUASA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ramadhan sudah di ambang pintu, semua lapisan masyarakat muslim menyambut bulan berkah ini dengan gembira dan suka cita.

Agar Ramadhan semakin indah dan bernilai di sanubari kita, alangkah baiknya jika kita mengetahui dan mengkaji bersama hal-hal yang berkenaan amalan di bulan Ramadhan.

Lanjutkan membaca ‘Daurah Ramadhan di Bandung 23 Agustus 2008 : BERILMU SEBELUM BERPUASA’

Sebuah penjelasan gamblang seputar Kesesatan Ikhwanul Muslimin

Membongkar Kedok Sufi : Tasawuf dan Ilmu Laduni

Buletin Islam Al Ilmu Edisi 31/II/I/1425.

Ilmu kasyaf atau yang lebih dikenal dengan ilmu laduni (ilmu batin) tidaklah asing ditelinga kita, lebih – lebih lagi bagi siapa saja yang sangat erat hubungannya dengan tasawuf beserta tarekat-tarekatnya.

Kata sebagian orang: “Ilmu ini sangat langka dan sakral. Tak sembarang orang bisa meraihnya, kecuali para wali yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat. Sehingga jangan sembrono untuk buruk sangka, apalagi mengkritik wali-wali yang tingkah lakunya secara dhahir menyelisihi syariat.
Lanjutkan membaca ‘Membongkar Kedok Sufi : Tasawuf dan Ilmu Laduni’

Membongkar Kedok Sufi : Beraqidah Sesat

Oleh: Buletin Islam Al Ilmu Edisi 30/II/I/1425

Tak jauh beda dengan keadaan syi’ah Rafidhah, kaum Sufi – yang sebenarnya masih memiliki keterkaitan akidah dengan mereka – pun mengusung berbagai jenis kesesatan dan kekufuran, sebagai bahaya laten ditubuh kaum muslimin. Bahkan disaat kaum muslimin tidak lagi memperhatikan agamanya, muncullah mereka sebagai kekuatan spiritual yang mengerikan. Sehingga mereka tak segan-segan lagi menampilkan wacana kekufurannya ditengah-tengah kaum muslimin.
Lanjutkan membaca ‘Membongkar Kedok Sufi : Beraqidah Sesat’

Hadits Arba’in 27a

Hadits Arba’in Ke-27 Pertemuan Ke1

“Akhlak Yang Baik dan Yang Buruk.”

Pemateri: Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Lokasi: Masjid Pogung Raya (MPR) Yogyakarta

Kajian Rutin Rabu Sore Ba’da Ashar

Download: Klik Kiri Disini

Ukuran: 5.5 Mb

Bahasa Arab - Silsilah Lugatul ‘Arabiyyah 05

Pelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula

Kitab: Silsilah Al Lughatul ‘Arabiyyah

1. Kitab At Ta’bir Jilid 1

2. Kitab Al Qiro’ah Wal Kitabah Jilid 1

Pemateri: Ustadz Hisyam Lanjutkan membaca ‘Bahasa Arab - Silsilah Lugatul ‘Arabiyyah 05′

Bahasa Arab - Silsilah Lugatul ‘Arabiyyah 04

Pelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula

Kitab: Silsilah Al Lughatul ‘Arabiyyah

1. Kitab At Ta’bir Jilid 1

2. Kitab Al Qiro’ah Wal Kitabah Jilid 1

Pemateri: Ustadz Hisyam Lanjutkan membaca ‘Bahasa Arab - Silsilah Lugatul ‘Arabiyyah 04′

Kecemburuan Wanita dan Hikmah Ta’addud (Poligami)

Ummu ‘Abdillâh Al-Wâdi’iyyah hafizhahallâh

Berkata Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah (9/320):

“Telah bercerita kepada kami ‘Ali, ia berkata telah berbicara kepada kami Ibnu ‘Aliyah dari Humaid dari Anas, ia berkata: “Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berada di tempat sebagian istrinya. Lalu salah satu dari Ummul Mukminin mengirim piring yang berisi makanan, maka istri Nabi yang sedang berada di rumahnya memukul tangan pelayan itu, sehingga jatuhlah piring tersebut dan pecah. Lanjutkan membaca ‘Kecemburuan Wanita dan Hikmah Ta’addud (Poligami)’

Membongkar Kedok Sufi : Hakikatnya

Oleh: Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc

Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran pertama bagi Tasawuf dan Sufi. Yang mana (di masa tabi’in) sebagian dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara’ terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan “Sufi”, sebagai nisbat kepada Shuuf.
Lanjutkan membaca ‘Membongkar Kedok Sufi : Hakikatnya’

Apakah Ridha Istri Pertama Merupakan Syarat bagi Poligami?

Oleh: Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta

Soal:
Tidak diragukan lagi bahwa Islam membolehkan adanya poligami, maka apakah diharuskan bagi suami untuk meminta keridhaan istri pertama sebelum menikahi istri kedua?

Lanjutkan membaca ‘Apakah Ridha Istri Pertama Merupakan Syarat bagi Poligami?’

Apa yang Dimaksud Adil dalam Poligami?

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Soal:
Di dalam Al-Quran terdapat ayat tentang poligami yang menyebutkan:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (An-Nisaa’: 3)

Juga firman Allah dalam ayat lain:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. ” (An-Nisaa’: 129)

Lanjutkan membaca ‘Apa yang Dimaksud Adil dalam Poligami?’

Isra’ M’iraj Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam

Oleh: Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz

Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du…

Tidak diragukan lagi bahwa Isra’ - Mi’raj merupakan salah satu tanda dari Allah yang menunjukkan kebenaran Rasul-Nya Muhammad saw dan keagungan kedudukannya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Juga membuktikan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Tinggi diatas semua makhluk-Nya.

Lanjutkan membaca ‘Isra’ M’iraj Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam’

Hukum Orang yang Menyatakan Syariat Islam Perlu Direvisi

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Pertanyaan:
Ada yang mengatakan bahwa sebagian hukum syariat perlu dikaji ulang dan direvisi karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Contohnya adalah dalam hal warisan, yaitu untuk anak laki-laki seukuran dua anak perempuan. Apa hukum syariat terhadap orang yang melontarkan pernyataan semacam ini?

Lanjutkan membaca ‘Hukum Orang yang Menyatakan Syariat Islam Perlu Direvisi’

Apakah Poligami itu Disyariatkan dalam Islam?

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Pertanyaan:
Sebagian orang berkata bahwa menikahi lebih dari satu istri tidak disyariatkan kecuali bagi orang yang memegang tanggung jawab atas anak-anak yatim perempuan dengan berdalil firman Allah Ta’ala :

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. ” (An-Nisaa’: 3)

Lanjutkan membaca ‘Apakah Poligami itu Disyariatkan dalam Islam?’

Pakaian Ketat Bagi Wanita

Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin

Terdapat dalam shahih muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda (yang artinya): “Ada dua golongan dari ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya: pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor-ekor sapi yang dipakai untuk memukul manusia; kedua, wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang lenggak lenggok di kepalanya ada sanggul seperti punduk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya dan sesungguhnya bau surga itu akan didapatkan dari jarak ini dan itu.”

Lanjutkan membaca ‘Pakaian Ketat Bagi Wanita’

Apa Hukum Aksi Bom Bunuh Diri?

Oleh: Hai’ah Kibarul Ulama (Dewan Ulama Senior) Saudi Arabia

Segala puji hanyalah bagi Allah sendiri, semoga Shalawat dan Salam atas nabi terakhir Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarganya dan para shahabatnya.

Amma Ba’du,
Hai’ah Kibarul Ulama telah mengadakan pertemuan khusus pada hari Rabu, tanggal 13 Rabi’ul Awal 1424, yang pertemuan itu membahas mengenai ledakan di kota Riyadh yang terjadi pada hari Senin, tanggal 11 Rabi’ul Awwal, yang peristiwa itu mengakibatkan adanya korban terbunuh, penghancuran, teror dan kerusakan yang ditimbulkannya di masyarakat, baik itu dari kalangan Muslimin dan selainnya.

Lanjutkan membaca ‘Apa Hukum Aksi Bom Bunuh Diri?’

Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (III)

Penulis: Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”kebanyakan dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)” (HR. Al Haitsami dalam Majma’uz Zawa’id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari 10/167) Lanjutkan membaca ‘Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (III)’

Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (II)

Penulis: Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah

(Sambungan dari vol. I).. Mereka berkata bahwa khilafah itu harus segera didirikan minimal dalam 13 tahun atau 25 tahun. Jika tidak mampu dalam waktu tersebut maka akan gagal. Padahal telah ada contoh pasti yang dilakukan oleh Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan hal ini dapat diketahui dari tingkah laku mereka dalam melaksanakan sunnah. Ahlus Sunnah tidaklah berkata (mengenai dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah), “Ini bukanlah saatnya untuk melakukan dakwah kepada hal tersebut sekarang”. Janganlah kita lupa tentang dakwah kepada Tauhid, sebab dengan hal inilah (tauhid) kita diciptakan, kita diciptakan untuk mentauhidkan Allah. Lanjutkan membaca ‘Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (II)’

Hadits Arba’in 26c

Hadits Arba’in Ke-26 Pertemuan Ke3

“Memperbanyak langkah menuju masjid dan menyingkirkan gangguan dari jalan.”

Pemateri: Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Lokasi: Masjid Pogung Raya (MPR) Yogyakarta

Kajian Rutin Rabu Sore Ba’da Ashar

Download: Klik Kiri Disini

Ukuran: 4.8 Mb

Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (I)

Penulis: Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah

Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela Dien ini (yaitu Al Qur’an dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan. Padahal Allah telah berfirman tentang mereka,

“Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata ‘tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan’. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya”
(Al Baqarah 11-12) Lanjutkan membaca ‘Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (I)’

Wahai Aktivis Unjuk Rasa dan Para Demonstran Muslim, Dikemanakan Hadits-Hadits ini ? Dikemanakan ?!

Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin
Sungguh tak ada manusia di muka bumi ini yang lebih sayang kepada orang beriman selain Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Penderitaan orang-orang beriman adalah penderitaannya. Bahkan kesusahan orang-orang beriman ia rasakan lebih perih, seakan ia  pusat saraf paling peka dari sebuah tubuh.
Tak ada manusia di muka bumi ini yang lebih bersungguh-sungguh ingin memberikan petunjuk dan bimbingan serta ingin memberikan jalan keluar terbaik bagi orang-orang beriman, selain Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Keselamatan dan kebahagiaan orang-orang beriman adalah kebahagiaannya.

Lanjutkan membaca ‘Wahai Aktivis Unjuk Rasa dan Para Demonstran Muslim, Dikemanakan Hadits-Hadits ini ? Dikemanakan ?!’

Bahasa Arab - Silsilah Lugatul ‘Arabiyyah 03

Pelajaran Bahasa Arab Untuk Pemula

Kitab: Silsilah Al Lughatul ‘Arabiyyah

Kitab At Ta’bir Jilid 1

Kitab Al Qiro’ah Wal Kitabah Jilid 1

Pemateri: Ustadz Hisyam

Pertemuan: 003

Link Download: Klik Kiri Disini

Ukuran: 10.3Mb

Berisi Scan kitab dan file audio

Kajian Bahasa Arab Rutin Tiap Jumat Siang Ba’da Shalat Jum’at

NB: Untuk rekaman pertemuan yang kedua insya Allah menyusul

Hadits Arba’in 26b

Hadits Arba’in Ke-26 Pertemuan Ke 2

Pemateri: Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Lokasi: Masjid Pogung Raya

Kajian Rutin Rabu Sore Ba’da Ashar

Download: Klik Kiri Disini

Khutbah Jumat 11 Juli 2008 - Mengikuti Para Ulama

Khutbah Jumat 11 Juli 2008

Lokasi: Ma’had Al Anshor Yogyakarta

Penceramah: Ustadz ‘Abdul Mu’thi

Tema: Mengikuti Para Ulama

Download: Klik Kiri Disini

Ukuran: 3.1Mb

Baarokallaahu fiikum

Membongkar Ajaran Tasawuf: Ibadah dan Agamanya (2)

Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan

4. Sikap berlebih-lebihan kalangan tasawuf terhadap -siapa yang mereka katakan- para wali dan Syaikh yang bertentangan dengan aqidah Ahlus-sunnah waljamaah.

Aqidah Ahlussunnah Waljamaah adalah aqidah yang membela wali-wali Allah dan memerangi musuh-musuhnya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلَـوةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـوةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
[المائدة : 55]
“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”.(Al Ma’idah: 55)
يَـأَيـُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَـاءَ
[الممتحنة : 1]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia”. (Al Mutahanah: 1) Lanjutkan membaca ‘Membongkar Ajaran Tasawuf: Ibadah dan Agamanya (2)’

Membongkar Ajaran Tasawuf: Ibadah & Agamanya (1)

Oleh Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan

Sikap Kalangan Tasawuf Dalam Ibadah Dan Agama

Orang-orang tasawuf –khususnya generasi terakhir- memiliki tata cara ibadah yang berbeda dari pedoman para salaf (ulama terdahulu) dan jauh meninggalkan Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka membangun agama dan ibadah mereka berdasarkan simbol-simbol dan istilah yang mereka buat-buat yang tersimpul dalam keterangan berikut :

1. Mereka hanya membatasi pelaksanaan ibadah berdasarkan rasa cinta dan mengabaikan sisi-sisi yang lain seperti rasa takut dan harap. Lanjutkan membaca ‘Membongkar Ajaran Tasawuf: Ibadah & Agamanya (1)’

Hadits Palsu Seputar Amalan Bulan Rajab

Al Ustadz Abu Mundzir Dzul Akmal As Salafy

حديث : رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتى. فمن صام من رجب يومين. فله من الأجر ضعفان, ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا, ثم ذكر أجر من صام أربعة أيام, ومن صام ستة أيام, ثم سبعة أيام ثم ثمانية أيام, ثم هكذا: إلى خمسة عشر يوما منه

Artinya : “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari.”

Hadits ini “Maudhu’” (Palsu). Dalam sanad hadits ini ada yang bernama Abu Bakar bin Al Hasan An Naqqaasy, dia perawi yang dituduh pendusta, Al Kasaaiy- rawi yang tidak dikenal (Majhul). Hadits ini juga diriwayatkan oleh pengarang Allaalaiy dari jalan Abi Sa’id Al Khudriy dengan sanad yang sama, juga Ibnu Al Jauziy nukilan dari kitab Allaalaiy.

Lanjutkan membaca ‘Hadits Palsu Seputar Amalan Bulan Rajab’

Bid’ah Peringatan Isra’ Mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du…

Tidak diragukan lagi bahwa Isra’ - Mi’raj merupakan salah satu tanda dari Allah yang menunjukkan kebenaran Rasul-Nya Muhammad saw dan keagungan kedudukannya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Juga membuktikan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Tinggi diatas semua makhluk-Nya.

Firman Allah Ta’ala (artinya): “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Al-Isra’ :1).

Lanjutkan membaca ‘Bid’ah Peringatan Isra’ Mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam’

Membongkar Ajaran Tasawuf: Hakikat Tasawuf

Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan

Kata “Tasawuf” dan “Sufi” belum dikenal pada masa-masa awal Islam, kata ini adalah ungkapan baru yang masuk ke dalam Islam yang dibawa oleh ummat-umat lain.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- dalam Majmu’ Fatawa berkata: “Adapun kata Sufi belum dikenal pada abad-abad ke tiga hijriah, akan tetapi baru terkenal setelah itu. Pendapat ini telah diungkapkan oleh lebih dari seorang imam, seperti Imam Ahmad bin Hambal, Abu Sulaiman Ad-Darani dan yang lain. Terdapat riwayat bahwa Abu Sufyan Ats-Tsauri pernah menyebut-nyebut tentang sufi, sebagian lagi mengungkapkannya dari Hasan Basri. Ada perbedaan pendapat tentang kata “sufi” yang disandingkan dibelakang namanya, yang sebenarnya itu adalah nama nasab seperti “qurosyi”, “madany” dan yang semacamnya.

Ada yang mengatakan bahwa kalimat sufi berasal dari kata: Ahlissuffah [4] , hal tersebut keliru, karena jika itu yang dimaksud maka kalimatnya berbunyi : Suffiyy (صفِّيّ) . Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah barisan (shaf) terdepan dihadapan Allah, hal itu juga keliru, karena jika yang dimaksud demikian, maka yang benar adalah: صفِّيّ . Ada juga yang mengatakan bahwa ungkapan tersebut bermakna: makhluk pilihan Allah (صفوة), itu juga keliru, karena jika itu yang dimaksud, maka ungkapan yang benar adalah Shafawy (صَفَوِي). Lanjutkan membaca ‘Membongkar Ajaran Tasawuf: Hakikat Tasawuf’

Membongkar Ajaran Tasawuf: Rambu-Rambu Ibadah yang Benar

Oleh Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan

Sesungguhnya ibadah yang Allah syariatkan dibangun di atas pondasi dan pokok yang kokoh dan baku. Dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Ibadah bersifat tauqifi [2] dan harus bersumber dari musyarri’ (Yang berhak menetapkan syari’at) yaitu Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلاَ تَطْغَوْا [هود: 112]
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas”. (Hud: 112)

ثُمَّ جَعَلْنَـاكَ عَلَى شَرِيْعَةٍ مِنَ اْلأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ اَّلذِيْنَ لاَ يَعْلَمُونَ[الجاثية: 18]
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa naf-su orang-orang yang tidak mengetahui “.(Al-Jatsiyah: 18)
Allah berfirman tentang nabi-Nya: Lanjutkan membaca ‘Membongkar Ajaran Tasawuf: Rambu-Rambu Ibadah yang Benar’

Tidak Ada Ibadah Khusus di Bulan Rajab

Oleh Al Ustadz Jafar Salih

Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) di dalam Islam. Disebut dengan bulan haram karena pada bulan-bulan ini kita dilarang berperang, selain juga melakukan kedzaliman padanya lebih terlarang isbanding dengan bulan-bulan yang lainnya. Tentang hal ini Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman;

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu” (QS. At-Taubah:36)

Lanjutkan membaca ‘Tidak Ada Ibadah Khusus di Bulan Rajab’

Membongkar Ajaran Tasawuf: Mukaddimah

Oleh Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan

Segala puji hanya bagi Allah semata Rabb seluruh alam, Yang telah menyempurnakan agama ini dan nikmat-Nya untuk kita, Yang telah meridhai Islam sebagai agama kita dan Yang memerintahkan kita untuk berpegang teguh kepadanya hingga kematian :
يَـأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ [آل عمران: 102]

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” . (Ali-Imran: 102) Lanjutkan membaca ‘Membongkar Ajaran Tasawuf: Mukaddimah’

Link Eror???

Untuk semua ikhwah yang mendownload di server al-ilmu.net tidak dapat mendownloadnya untuk saat ini sebab servernya telah dipindahkan ke darussunnah.com

Ini untuk request terakhir dari ikhwan yang minta link pernikahan syar’i di perbaiki

http://www.salafishare.com/id/18JSGYX6S5BS/Pernikahan_Syar-i_A.mp3

http://www.salafishare.com/id/18CUD1XPI1I8/Pernikahan_Syar-i_B.mp3

http://www.salafishare.com/id/18KZJV61NXLL/Pernikahan_Syar-i_C.mp3

http://www.salafishare.com/id/18MLM7HNI7GK/Pernikahan_Syar-i_D.mp3

http://www.salafishare.com/id/18B6Z6LVPC9K/Pernikahan_Syar-i_E.mp3

Sepuluh Wasiat Untuk Istri Yang Mendambakan Keluarga Bahagia Tanpa Problema

Penulis: Mazin bin Abdul Karim Al Farih

Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Wahai wanita mukminah!

Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannya engkau membuat ridla Tuhanmu, engau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga tahtamu.

Lanjutkan membaca ‘Sepuluh Wasiat Untuk Istri Yang Mendambakan Keluarga Bahagia Tanpa Problema’

Makna dua kalimat Syahadat

Makna Dua Kalimat Syahadat
Penulis: Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

A. Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallah

Yaitu beritikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala, mentaati hal tersebut dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari yang selain Allah, siapapun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.

Jadi kalimat ini secara ijmal (global) adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah.” Khabar Laa ilaaha illallah harus ditaqdirkan bihaqqin (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan maujud (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab Tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini tentu kebatilan yang nyata. Lanjutkan membaca ‘Makna dua kalimat Syahadat’

Kewajiban - Kewajiban Orang Yang Sakit

Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

1. Orang yang sakit memiliki kewajiban untuk senantiasa ridha terhadap qadha Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersabar atas taqdir-Nya serta berbaik sangka kepada Rabbnya. Itu yang lebih baik baginya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

عَجَبًا لاَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لاَحَدٍ إِلا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik dan tidaklah yang demikian itu ada kecuali pada seorang mukmin. Yaitu jika ia mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika mendapat kesempitan ia bersikap sabar, itu pun menjadi kebaikan baginya.”
Lanjutkan membaca ‘Kewajiban - Kewajiban Orang Yang Sakit’

Dampak Ketidaktahuan atas Tauhid kepada ALLAH

Penulis: Abdurrozzaq bin Thahir bin Ahmad Ma’

Tauhid menurut ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah dapat dibagi menjadi tiga bagian, sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Imam Ibnu Abi al-’Izz Radiyallahu ‘anhu., “Sesungguhnya tauhid itu mencakup 3 bagian, yaitu:
1. Tauhid yang menjelaskan sifat-sifat Allah (Asma’ dan Sifat ALLAH);

2. Tauhid Rububiyyah, yaitu tauhid yang menjelaskan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala pencipta segala sesuatu; dan

3. Tauhid Uluhiyyah, yaitu tauhid yang menjelaskan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
Lanjutkan membaca ‘Dampak Ketidaktahuan atas Tauhid kepada ALLAH’

Berbakti pada Kedua Orang Tua

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf.

Makna “Al Birr”

Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) :

“Al Birr adalah baiknya akhlaq”. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).

Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..

“Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.” (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)

Lanjutkan membaca ‘Berbakti pada Kedua Orang Tua’

Berpegang Teguh dengan Sunnah Nabi, Solusi Problematika Ummat

Sesungguhnya tidak tersamar bagi seorang muslim yang hidup di muka bumi saat ini, apa yang sedang diderita ummat Islam berupa kelemahan, kekacauan di setiap aspek kehidupannya, baik aspek politik maupun ekonomi dan dalam bidang-bidang yang lainnya. Dan orang-orang yang selalu berusaha berbuat kebaikan sudah sejak lama telah memperingatkan akan kelemahan ini. Maka mereka mulai berusaha menganalisa dan membatasi persoalan tersebut, terutama penyembuhan dan pemberantasannya sampai ke akar-akarnya.

Namun sayang, jalan-jalan yang mereka tempuh bercerai-berai, ketika menentukan obatnya dan ketika berusaha menghilangkan penyakit sampai ke akar-akarnya. Hal ini disebabkan oleh beraneka ragamnya manhaj-manhaj mereka dan bermacam-macamnya firqah dan aliran mereka.

Lanjutkan membaca ‘Berpegang Teguh dengan Sunnah Nabi, Solusi Problematika Ummat’

Taubat

Taubat…

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan
nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan
menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak
menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang
cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil
mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya
kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala
sesuatu.”
(at-Tahrim:8)
Lanjutkan membaca ‘Taubat’

Wanita Penghuni Neraka

Wanita Penghuni Neraka

Penulis : Muhammad Faizal Ibnu Jamil

Saudariku Muslimah ….
Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang darinya.

Setiap Muslimin yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrah.

Pada Kajian kali ini, kami akan membahas tentang neraka dan penduduknya, yang mana mayoritas penduduknya adalah wanita dikarenakan sebab-sebab yang akan dibahas nanti.
Lanjutkan membaca ‘Wanita Penghuni Neraka’

Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya

Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya

Penulis : Azhari Asri dan Redaksi

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Lanjutkan membaca ‘Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya’

Dauroh Ilmiyah: Membangun Hidup Di Atas Sunnah

InsyaAllah akan diadakan Daurah Ilmiyah pada :
Hari : Sabtu - Ahad (24-25 Mei 2008)
Pukul : 09.00 WITA - Selesai
Pemateri : Ustadz Dzulqarnain (Pimpinan Ponpes As-Sunnah Makassar)
Materi : Membangun Hidup Diatas Sunnah
Kitab : Manzhumah Raiyyah Fissunnah; Karya : Al-Imam Abul Qasim Az-Zanjany

Info : Hamzah (UIN) 081355790669
Jumaruddin (UNHAS) 085299277813
Sirajuddin (UNM) : 081343581520
Abdurrahman (Al-Birr) : 085254874404

Sumber: http://almakassari.com/?p=283

Faedah-faedah beramal dengan sunnah

Faedah-faedah beramal dengan sunnah

Ketika seorang muslim menjaga sunnah Nabi laksana menjaga makan dan minumnya sehingga dengan itu menjadi sebab tegaknya badan atau bahkan penjagaannya lebih daripada itu, niscaya dia akan mendapatkan manfaat dunia dan agama dengan melimpah ruah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah:
Lanjutkan membaca ‘Faedah-faedah beramal dengan sunnah’

Khutbah Jumat 11 April 2008 - Keutamaan Hari Jumat

Khutbah Jumat Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Bertemakan: Keutamaan-keutamaan Hari Jum’at

Download disini

Baarokallaahu Fiikum

Mawaridul Aman - 04 April 2008

Ustadz ‘Abdul Mu’thi
Materi: Kitab Mawaridul Aman

Makar Syaithan yang paling berbahaya

Lokasi:
Masjid Al Mujahidin
Ma’had Al Anshor Veteran
Setiap hari Jum’at ba’da (setelah) Maghrib sampai ‘Isya

Apa saja makar syaithan yang paling berbahaya?
Tentunya anda harus waspada darinya setelah anda mengetahuinya.

Baarokallahu fiikum

Kajian Kitab Syarhus Sunnah

Syarhus Sunnah 1 - Ustadz ‘Abdul Mu’thi Hafidzhahullah
Beliau adalah salah satu Murid Syaikh Muqbil Rahimahullah
Situs: http://alhujjah.wordpress.com/

Syarhus Sunnah 2 - Ustadz Dzulqarnain Al Makassary
Beliau juga salah satu murid Syaikh Muqbil Rahimahullah.
Situs: http://www.an-nashihah.com/

Barokallaahu fiikum

Kumpulan Artikel Ilmiyah Tentang Nyanyian dan Musik

Terlalu banyak artikel-artikel yang ditulis oleh para ustadz dalam masalah ini, cukup kiranya kalau ana (saya) hanya menuliskan link-link yang bisa menjadi rujukan.

Salafy.or.id

Darussalaf.org

Asysyariah.com

Barokallaahu fiikum

Kesesatan Yayasan Wahdah Islamiyah

Hukum Nyanyian dan Musik dalam Islam

Berikut ini adalah kumpulan file-file audio tentang Hukum Nyanyian dan Musik.

Hukum Musik

Lagu dan Musik dalam Islam

Musik dan Nasyid dalam Timbangan Syariat

Nyanyian dan Musik dalam Islam 2

Baca Disini

Nyanyian Dan Musik Dalam Islam (II)

Penulis : Al Ustadz Idral Harits

Dalam kitab yang sama beliau (Ibnul Jauzi) melanjutkan : Al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr ditanya tentang nyanyian. Ia menjawab : “Saya melarangmu dari nyanyian dan membencinya untukmu.” Orang itu bertanya : “Apakah nyanyian itu haram?” Al Qasim menukas : “Wahai anak saudaraku, jika Allah memisahkan al haq (kebenaran) dan al bathil (kebathilan) pada hari kiamat, maka di manakah nyanyian itu berada?”
Lanjutkan membaca ‘Nyanyian dan Musik dalam Islam 2′

Nyanyian dan Musik dalam Islam 1

Baca Disini

Nyanyian Dan Musik Dalam Islam (I)

Penulis : Al Ustadz Idral Harits

Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu ‘anhuma)

Seandainya kita mencermati kenyataan yang ada, akan jelas bagi kita bahwa nyanyian dan musik itu menghalangi hati dari (memperhatikan dan memahami) Al Qur’an. Bahkan keduanya mendorong untuk terpesona menatap kefasikan dan kemaksiatan. Oleh sebab itulah sebagian ulama menyebutkan nyanyian dan musik-musik ini bagaikan qur’an-nya syaithan atau tabir yang menghalangi seseorang hamba dari Ar Rahman. Sebagian mereka menyerupakannya dengan mantera yang menggiring orang melakukan perbuatan liwath (homoseks atau lesbian) dan zina.
Lanjutkan membaca ‘Nyanyian dan Musik dalam Islam 1′

Lagi, Dalil-dalil yang Mengharamkan Nyanyian dan Musik

Baca Disini

Lagi, Dalil-dalil yang Mengharamkan Nyanyian dan Musik

Penulis : Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Di bawah ini akan kami tampilkan hadits-hadits Nabi yang menunjukkan pengharaman secara jelas (sharih) terhadap berbagai macam alat hiburan dan musik.

Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Ghanam berkata : Abu Amir atau Abu Malik Al
Asy’ari Radiyallahu ‘anhu telah menceritakan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Di kalangan umatku nanti akan ada suatu kaum yang menghalalkan perzinaan, sutera, khamr dan alat-alat musik.”
Lanjutkan membaca ‘Lagi, Dalil-dalil yang Mengharamkan Nyanyian dan Musik’

Kesatan Al Qaradhawi - Menghalalkan Nyanyian Dan Musik

Baca Disini

Menghalalkan Nyanyian Dan Musik

Berkata Qaradhawi :
Dan di antara hiburan yang menenangkan jiwa, menyenangkan hati, dan dinikmati oleh telinga adalah nyanyian. Islam telah membolehkannya selama tidak mengandung unsur-unsur fahisy (keji), kata-kata kotor atau mendorong perbuatan dosa. Dan tidak apa-apa pula jika diiringi musik (yang tidak terlalu keras) dan mustahab diadakan dalam acara-acara ceria, untuk menunjukkan suka cita dan ketenangan jiwa seperti hari raya, pengantin, menyambut kedatangan, saat pesta, nikah, akikah, dan kelahiran anak. (Al Halaal wal Haraam halaman 391)

Dalam kesempatan lain Qaradhawi menambahkan :
Sesungguhnya nyanyian tersebut pada dasarnya tidaklah haram, baik memakai alat musik ataupun tidak memakai alat (musik). (Sayidatii 678)

Ketika diwawancarai oleh wartawan sebuah koran dengan pertanyaan : “Apa pendapatmu tentang musik?” Qaradhawi menjawab :
Apabila tidak terlalu keras dan tidak merangsang pemikiran yang ditolak oleh Islam maka tidak ada halangan. (Harian Adibbarul Usybu’ nomor 401, 5 Maret 1994)

Pembaca yang budiman, pernyataan tersebut mempunyai beberapa kejanggalan, antara lain :
Lanjutkan membaca ‘Kesatan Al Qaradhawi - Menghalalkan Nyanyian Dan Musik’